Kondisi perekonomian downturn mungkin memaksa banyak bisnis/perusahaan untuk mengurangi atau bahkan menstop inovasi. Namun, kasus ini tidak berlaku bagi segelintir perusahaan, termasuk diantaranya Research in Motion (RIM)., produsen smartphone BlackBerry yang kini semakin populer di dunia. Meskipun perekonomian mengalami downturn, namun RIM tetap mempercayai bahwa inovasi adalah kunci untuk unggul dalam persaingan.
Fokus pada inovasi yang dilakukan oleh RIM juga tercermin dari laporan bahwa mereka kini justru akan melakukan rekrutmen dalam jumlah besar terkait dengan aktivitas inovasi. Berlawanan dengan yang dilakukan oleh para pesaingnya, yakni Nokia, AT&T hingga Sony Ericsson yang berusaha memangkas biaya dengan cara melakukan PHK, RIM justru berencana untuk melakukan rekrutmen dalam jumlah besar.
Financial Post melaporkan bahwa RIM saat ini membutuhkan sekitar 1,250 karyawan baru di seluruh dunia, mulai dari di AS hingga Australia. Sebagian besar lowongan pekerjaan ini ada di kantor pusat Ontario, Canada, dan terkait dengan pengembangan produk serta aktivitas R&D.
Inovasi memang sudah menjadi komitmen perusahaan. Mike Lazaridis, pendiri RIM sekaligus menjabat sebagai co-CEO, seperti dikutip Business Week menyatakan bahwa jika ingin menciptakan sesuatu yang bersifat sustainable dan inovatif, maka Anda harus berinvestasi pada R&D. Dan itulah yang selalu dilakukan RIM secara konsisten: menelurkan ide, melakukan riset serta mengembangkan produk yang inovatif dan dapat dipasarkan.
» Read more: RIM keeps focus on innovation